Bulan Ramadhan Menjadikan Diri Saya Lebih Dewasa - Arif Maulana A.

Nama: Arif Maulana Afrianoor

Kelas: XI IPS 1 

Tema: Ramadhan penuh Cerita

Judul: Bulan Ramadhan Menjadkan Diri Saya Lebih Dewasa

 Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Tidak ada kalimat yang terucap selain syukur alhamdulillah, Allah subhanahu wa ta’ala masih memberi kita umur dan kesempatan untuk kembali berjumpa dengan bulan Ramadhan tahun ini. Oleh karena itu, kita wajib bersungguh-sungguh memanfaatkan kesempatan ini; demi meraih ridha, pahala, rahmat, berkah, dan ampunan dari Allah subhanahu wa ta’ala. “Saya tidak mengetahui sesuatu yang akan membantu untuk menyambut bulan Ramadhan, selain seorang muslim menyambutnya dengan gembira, senang, bahagia, dan bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala karena telah menyampaikannya kepada bulan Ramadhan dan memberinya taufik lalu menjadikannya termasuk orang-orang yang masih hidup untuk berlomba-lomba melakukan amal saleh. Sungguh, kesempatan untuk bertemu bulan Ramadhan adalah nikmat yang sangat besar dari Allah.

Oleh karena itu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan datangnya bulan Ramadhan. Beliau juga menjelaskan keutamaan-keutamaannya dan pahala besar yang Allah siapkan pada bulan Ramadhan untuk hamba-hamba-Nya yang berpuasa dan melakukan shalat malam.

Saya mulai keseharian saya dalam bulan Ramadhan ini. Di hari pertama sahur saya dan ibu menyiapkan makanan untuk sahur dan setelah subuh saya merawat ayah saya yang sakit dan membantu ibu di toko.

Di hari pertama puasa saya merasa lelah sekali karna harus melakukan hal hal yang berat. Menjelang Sore hari saya bergegas mandi dan berangkat untuk mencari takjil untuk berbuka,dan saya senang bisa melewatkan puasa pertama yang begitu melelahka bagi saya. Hari kedua ayah saya semakin parah dikarenakan susah makan,saya diminta kakak untuk membelikan air infus ke apotik bergegaslah saya berangkat untuk mencari air infus. Selepas dari apotik dan pulang kerumah,kakak sudah menunggu untuk mencucukan jarum infus ke lengan ayah dan saya diminta untuk menunguin ayah.Sahur kedua dengan sisa ikan berbuka kemaren dipanaskan.

 Pagi nya ibu menelpon keluarga mau sopir mobil saya untuk membawa ayah berobat ke Palangka Raya.Tepat siang hari ibu berpamitan kepada saya berangkat membawa ayah untuk berobat.Ditinggal lh saya,kakak,nenek dan paman dan rumah begitu sepi senjak di tinggal ibu sama ayah .Di sorenya kakak ngajak cari takjil untuk berbuka,di tengah perjalanan hari mulai mendung disitu aku dan kakak kehujanan sambil mencari takjilnya. Setelah pulang basah basahan saya langsung mandi dan siap-siap untuk berbuka.Sahur kakak menyiapkan Dami(Mandai) untuk dimasak buat makan sahur.Setelah subuh jam 6 saya sudah membersihkan toko untuk dibuka pada siang nanti ,di lanjut dengan membersihkan rumah dan mencucipakaian.Setelah Dzuhur saya baru buka toko.Setelah sekitar ashar saya bersiap kepasar untuk membeli barang-barang yang habis di toko.Sepulang dari rumah saya lanjut mencari ikan bakar untuk berbuka nanti Seterusnya setiap hari selama Ramadhan kegiatan saya.

 Ramadhan mengajarkan saya untuk hidup mandiri tanpa menyusahkan orang lain dan Menemukan hal yang baru,belajar beradatasi,hidup mandiri,membentuk pola berpikir yang lebih dewasa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Raihan Aristiadi

Blog kemerdekaan Arif Maulana

Blog kemerdekaan Rizaldy Mahendra